Kamis, 31 Mei 2012
Perbedaan tetap menyatukan
Mungkin masih benar-benar belum mengerti banyak perbedaan diantara kita.Perbedaan prinsip saat ada hal yang diinginkan terkadang tidak sependapat tidak sejalan tidak dalam satu tujuan,perbedaan sikap yang satu cuek yang satu lagi ambekan setiap minta perhatiannya kadang cueknya membuat hati kesal dan sifat ambekan membuat jera dirinya.kadang bingung banyak perbedaan jauh dari kesamaan dan keegoisanpun tetap kalah dengan rasa hati.setiap masalah diantara kita tetap saja marah semarahnya tidak bertahan lama.entah ada apa di dalam diri kita masing-masing padahal sifat egois kita sama-sama tinggi.mungkin ini hanya sebagian rintangan dalam menjalani sebuah hubungan.
Impian
Setiap angan-angan yang diinginkan merupakan sebagian dari sebuah impian.Untuk menggapai sebuah impian tidak semudah mengatakannya,ada banyak rintangan,tantangan dan hambatan yang akan menghalangi untuk menggapai impian itu.setiap kegagalan yang terjadi jangan sampe membuat lemah tidak melanjutkan untuk melanjutkan impian itu tetap pada tempat dan maju lewati semua tantangan yang ada,memang butuh proses untuk melewati fase-fase atau masa-masa kesulitan.harus tanamkan keyakinan pada diri sendiri karna berani bermimpi besar harus bisa berani bertindak besar pula.setiap pikiran,langkah dan tindakan yang berlari menuju impian pasti akan tercapai impian yang diinginkan tergantung pada diri sendiri apa kita mau menggapainya atau tidak ?.semua memang ada ditangan diri sendiri,jangan pernah untuk menyerah !
Rasa Kesepian
awalnya terasa sepi sekali menjadi anak satu-satunya ,setiap dirumah tidak ada yang bisa diajak bercanda dan tertawa ingin mempunyai teman di rumah.Tapi kadang kelakuan mama dan papaku bisa membuat aku tertawa bisa buat aku tidak kesepian lagi,mereka bisa menjadi teman terbaik untukku.mereka orangtua terbaik untukku mengerti akan diriku sabar menghadapi sikap aku.kadang aku merasa sedih masih saja manja,egois tidak mendengar yang mereka.aku harus bisa sadar hanya aku yang mereka banggakan.cinta kalian kepadaku melebihi apapun.bahagianya memiliki orangtua seperti kalian.anak satu-satunya tidaklah menyedihkan tapi menjadi anak kebanggakan suatu kebahagiaan
Senin, 30 April 2012
Budaya Sebagai Warisan Yang Melekat Pada Diri Setiap Manusia
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Kebudayaan dapat
didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk
sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan
pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan
merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial,
yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi
berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan
simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak
(termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian,
setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya
tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh
pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan
yang mereka hadapi tidak selamanya sama.
B. TUJUAN
-
menambah wawasan para pembaca, untuk mengetahui tentang bagaimana budaya wonogiri
serta warisan yang melekat pada diri setiap manusia.
BAB II
ISI
Wonogiri berasal dari bahasa Jawa, Wono (hutan) dan Giri (pegunungan).
Menggambarkan kondisi wilayah Wonogiri yang memang sebagian besar berupa sawah,
hutan dan pegunungan
Tanggal 19 Mei 1741 merupakan hari penting bagi Raden Mas Said yang
lebih dikenal dengan nama Pangeran Sambernyawa. Sebab, pada hari itu beliau
telah mendirikan pemerintahan sederhana di dusun Nglaroh, Pule, Selogiri. Hari
itu tepat pada hari Rabu Kliwon, tanggal 3 Raiul Awal tahun 1666 dengan candra
sengkala Roso Retu Ngoyeg Jagad atau bertepatan dengan tanggal 19 Mei 1741
dengan Surya Sangkala Kahutaman Sumebering Giri Linuwih. Pemerintahan di
Nglaroh tersebut titik pagkal perjuangan panjang Raden Mas Said melawan
pemerintahan kolonial Belanda sampai akhirnya berhasil mendirikan Praja
Mangkunegaran dan menjadi Adipati dengan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Aria
Mangkunegoro I. Pada saat mendirikan pemerintahan bersama para pengikutnya, Pangeran Sambernyawa duduk di atas sebuah batu. Bersama para pengikutnya, Pangeran Sambernyawa mengucapkan ikrar sehidup semati yang terkenal dengan sumpah ’Kawula Gusti’ atau ’Pamoring Kawula Gusti’, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Ikrar tersebut berbunyi ’Tiji Tibeh’, artinya Mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh. Sedangkan pemerintahan bersemboyan pada Tri Darma, yaitu : mulat sarira hangrasa wani, rumangsa melu handarbeni, wajib melu hangkrungkebi.
Pada hari-hari selanjutnya, setiap mengadakan pertemuan dan perundingan dengan para pengikutnya, pangeran Sambernyawa selalu diatas batu terebut. Tempat untuk berunding tersebut nama Ngelar Roh, yang artinya memperluas wilayah dan jiwa (penduduk).
Kata ngelar roh lama-kelamaan berubah menjadi Nglaroh dan sampai sekarang tempat itu dikenal dengan nama dusun Nglaroh. Sedangkan batu tempat Pangeran Sambernyawa duduk itu disebut sebagai watu gilang.
Watu gilang, tersebut dipastikan sebagai titik pangkal perjuangan Pangeran Sambernyawa atau Raden Mas Said dan sekaligus titik awal lahirnya pemerintahan Wonogiri. Di tempat tersebut kini didirikan sebuah prasasti yang selain dimaksudkan untuk melestarikan makna sejarah tempat tersebut juga dimaksudkan sebagai penghormatan masyarakat Wonogiri kepada KGPAA Mangkunegoro I atas kepahlawannya dalam usaha melawan ketidak adilan.
REOG di Wonogiri merupakan kesenian reog yang dikenal masyarakat Wonogiri sebagai reog Ponorogo. Adapun reog Ponorogo adalah teater rakyat yang biasa dipentaskan dalam acara-acara prosesi di tempat-tempat atau arena terbuka.[1] Walaupun kesenian ini sangat terkenal di daerah Ponorogo, tetapi pengaruhnya sampai ke seluruh dan di luar wilayah Jawa Timur. Salah satu daerah yang mendapat pengaruh kesenian reog Ponorogo adalah Wonogiri, Jawa Tengah. Jenis reog yang berkembang di daerah Wonogiri tidak hanya jenis reog Ponorogo, tetapi juga ada jenis reog yang lain, seperti: Reog Caplok, Jaran Dhor atau Jaran Senthewere, dan Jaran Kepang atau Jathilan. Pada reog Ponorogo, jathilan hanyalah merupakan salah satu bagian dari unsur tarian atau penokohan yang disajikan dalam pertunjukannya.
BAB III
PENUTUP
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai budaya wonogiri dan warisan yang
melekat pada diri setiap manusia, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan tema penulisan ini.
Semga dengan
tulisan yang saya buat bisa bermanfaat dan bisa mengenalkan budaya wonogiri
KESIMPULAN
Dari zaman
ke zaman budaya sudah makin berubah mungkin budaya dahulu lebih mengikuti adat
istiadat di budaya itu sendiri.setiap budayanya,keseniannya,bahasanya dan ciri
khas lainnya masin kental akan adat itu tapi makin zaman dah berubah makin
menghilang ciri khas tersebut
SARAN
Generasi
baru selayaknya melestarikan setiap budaya yang ada di indonesia tidak dari
budayanya sendiri saja.karena dengan melestarikan budaya indonesia maka akan
tetap lestari
DAFTAR PUSTAKA
http://blog.umy.ac.id/satriopujonggo/2011/11/17/apresiasi-seni-dan-budaya-reog-wonogiri/ Senin, 26 Maret 2012
Masih tak mengerti
Apa ini yang dinamakan cinta ? entahlah.Memang benar aku sayang,perduli dan suka khawatir akan dirinya.Senang bisa mengenalnya semua yang dilakukan bersamanya suka maupun duka yang pernah dialami tak kan bisa terlupakan.karakter kita memang berbeda tapi entah kenapa kita bisa bersatu.setiap kita berpisah pasti ada saja yang bisa menyatukan kita.masih tak mengerti apa kita emang ditakdirkan bersama dan disetiap kekuranganku dilengkapi olehnya apa itu yang dinamakan harus saling melengkapi satu sama lain dan aku percaya “setiap manusia mempunyai kekurangan maupun kelebihan dan akan dilengkapi oleh orang lain “.
Demokrasi
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Demokrasi ialah suatu bentuk kerajaan di mana kuasa menggubal undang-undang dan struktur kerajaan adalah ditentukan oleh rakyat. Dalam sistem demokrasi, undang-undang digubal sama ada oleh rakyat atau wakil yang dipilih oleh rakyat. Sebuah negara atau kerajaan yang mengamalkan sistem demokrasi adalah dipanggil negara atau kerajaaan yang demokratik.
Perkataan ini berasal dari Yunani δημοκρατíα dari δημος bermaksud "rakyat", ditambah pula dengan κρατειν bermaksud "memerintah", dengan kata hubung íα; yang memberi maksud "Diperintah oleh Rakyat". Terma ini kadangkala digunakan untuk mengukur sejauh mana pengaruh rakyat diatas kerajaannya. Demokrasi secara ekstrem boleh dilihat dalam sistem kerajaan seperti anarkisme dan komunisme (menurut teori Karl Marx ia merupakan peringkat terakhir pembangunan sosial dimana demokrasi adalah diamalkan secara langsung , dan tiada kerajaan yang bebas dari kehendak rakyat).B. TUJUAN
Dari perumusan masalah tersebut. Tujuan penulisan makalh ini sebagai berikut : 1. Mengerti tentang demokrasi pendidikan
2. Memahami prinsip-prinsip demokrasi
3. Memahami permasalahan demokrasi pendidikan di Indonesia dan upaya penyelesaiannya
4. Mengetahui pentingnya kepemimpinan yang demokratis untuk masa yang akan datang
BAB II
ISI
Sejarah demokrasi
Sebelum istilah demokrasi ditemukan oleh penduduk Yunani, bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak 4000 SM di Mesopotamia. Ketika itu, bangsa Sumeria memiliki beberapa negara kota yang independen. Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan konsensus atau mufakat.
Barulah pada 508 SM, penduduk Athena di Yunani membentuk sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal dari demokrasi modern. Yunani kala itu terdiri dari 1,500 negara kota (poleis) yang kecil dan independen. Negara kota tersebut memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda, ada yang oligarki, monarki, tirani dan juga demokrasi. Diantaranya terdapat Athena, negara kota yang mencoba sebuah model pemerintahan yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung. Penggagas dari demokrasi tersebut pertama kali adalahSolon, seorang penyair dan negarawan Paket pembaruan konstitusi yang ditulisnya pada 594 SM menjadi dasar bagi demokrasi di Athena namun Solon tidak berhasil membuat perubahan. Demokrasi baru dapat tercapai seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes, seorang bangsawan Athena. Dalam demokrasi tersebut, tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih kebijakan. Namun dari sekitar 150,000 penduduk Athena, hanya seperlimanya yang dapat menjadi rakyat dan menyuarakan pendapat mereka.
Demokrasi ini kemudian dicontoh oleh bangsa Romawi pada 510 SM hingga 27 SM. Sistem demokrasi yang dipakai adalah demokrasiperwakilan dimana terdapat beberapa perwakilan dari bangsawan di Senat dan perwakilan dari rakyat biasa di Majelis.
Bentuk-Bentuk Demokrasi
Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.
Demokrasi langsung
Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi.
Demokrasi perwakilan
Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.
Prinsip-prinsip demokrasi
Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan RepublikIndonesia. Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan "soko guru demokrasi".Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:
2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
6. Pemilihan yang bebas dan jujur;
8. Proses hukum yang wajar;
Asas pokok demokrasi
Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial.[17] Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi, yaitu :
1. pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil; dan
Minggu, 11 Maret 2012
Pentingnya Mata Kuliah Pendidikan kewarganegaraan Bagi Mahasiswa
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 (Kurikulum Berbasis Kompetensi, 2004). .
Pendidikan Kewarganegaraan dapat diartikan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari peserta didik sebagai individu, anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang diejawantahkan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menetapkan kurikulum tingkat Satuan Pendidikan Tinggi wajib memuat mata kulian pendidikan agama, pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris.Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan wajib dimuat karena mata kuliah ini bisa mengajarkan anda sebagai warga negara yang baik,norma – norma,hukum,politik,kebudayaan dan sikap –sikap anda.
1.2 TUJUAN
Berdasarkan Kep. Dirjen Dikti No. 267/Dikti/2000, tujuan Pendidikan Kewarganegaraan mencakup:
1.Untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN agar menjadi warga negara yang diandalkan oleh bangsa dan negara.
2. Agar mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis serta ikhlas sebagai WNI terdidik dan bertanggung jawab.1.Untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara serta PPBN agar menjadi warga negara yang diandalkan oleh bangsa dan negara.
3. Agar mahasiswa menguasai dan memahami berbagai masalah dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dapat mengatasinya dengan pemikiran kritis dan bertanggung jawab yang berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional
4. Agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa.
BAB 2
PENDAHULUAN / ISI
PENDAHULUAN / ISI
Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa di setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat terdiri dari Pendidikan Bahasa, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Kep. Mendikbud No. 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa menetapkan bahwa “Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan termasuk dalam Mata Kuliah Umum (MKU) dan wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi”.
Dengan penyempurnaan kurikulum tahun 2000, menurut Kep. Dirjen dikti No. 267/Dikti/2000 materi Pendidikan Kewiraan disamping membahas tentang PPBN juga dimembahas tentang hubungan antara warga negara dengan negara. Sebutan Pendidikan Kewiraan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah tentang hubungan warga negara dengan negara, dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN).
Kep. Mendikbud No. 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa menetapkan bahwa “Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan termasuk dalam Mata Kuliah Umum (MKU) dan wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi”.
Dengan penyempurnaan kurikulum tahun 2000, menurut Kep. Dirjen dikti No. 267/Dikti/2000 materi Pendidikan Kewiraan disamping membahas tentang PPBN juga dimembahas tentang hubungan antara warga negara dengan negara. Sebutan Pendidikan Kewiraan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Materi pokok Pendidikan Kewarganegaraan adalah tentang hubungan warga negara dengan negara, dan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN).
Pancasila dan UUD1945 merupakan bagian dari pondasi utama dari berdirinya Indonesia sebagai suatu negara. Ingatkah Anda bahwa dalam sejarah Indonesia, salah satu hal penting yang di kerjakan oleh para pendiri negara sebagai bagian dari persiapan kemerdekaan Indonesia adalah membentuk dasar negara dan Undang-Undang Dasar. Tidak mungkin suatu negara dapat berdiri dan bergerak maju tanpa memiliki dasar negara (Pancasila) dan UUD. Sebab keduanya menjadi pedoman yang memberi arah dan tujuan yang hendak diraih melalui pengelolaan negara. Jadi, siapapun yang memegang kekuasaan negara tidak boleh menyimpang dari amanat rakyat, dasar negara, dan UUD.
Sebagai penganut ideologi terbuka, Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun pelaksanaannya harus kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang akan kita hadapi dalam setiap kurun waktu. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyatnya sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideoogi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Sebaik apapun ideologi kalau tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang baik, maka ideologi itu hanya menjadi angan-angan belaka.
Dari penjelasan diperkuat dengan adanya salah satu landasan Pancasila yaitu pada landasan yuridis yang menyebutkan tentang sisdiknas “sistem pendidikan nasional” isi kurikulum yang terdapat dalam setiap jalur dan jenjang pendidikan harus memuat pendidikan kewarganegaran, pendidikan Pancasila, pendidikan Agama terdapat dalam SK Dirjen No. 265/Ditkti/Kep/2000 “setiap mahasiswa program Diploma dan Sarjana wajib mengikuti pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah umum”.
Sebagai penganut ideologi terbuka, Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun pelaksanaannya harus kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang akan kita hadapi dalam setiap kurun waktu. Namun demikian, faktor manusia baik penguasa maupun rakyatnya sangat menentukan dalam mengukur kemampuan sebuah ideoogi dalam menyelesaikan berbagai masalah. Sebaik apapun ideologi kalau tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang baik, maka ideologi itu hanya menjadi angan-angan belaka.
Dari penjelasan diperkuat dengan adanya salah satu landasan Pancasila yaitu pada landasan yuridis yang menyebutkan tentang sisdiknas “sistem pendidikan nasional” isi kurikulum yang terdapat dalam setiap jalur dan jenjang pendidikan harus memuat pendidikan kewarganegaran, pendidikan Pancasila, pendidikan Agama terdapat dalam SK Dirjen No. 265/Ditkti/Kep/2000 “setiap mahasiswa program Diploma dan Sarjana wajib mengikuti pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah umum”.
BAB 3
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting bagi mahasiswa karena Membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukan tujuan dalam kehidupanmanusia.
b.Sebagai bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitas dirinya.
c.Dapat memberikan kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
d.Untuk memahami, menghayati serta melakukan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.
b.Sebagai bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitas dirinya.
c.Dapat memberikan kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
d.Untuk memahami, menghayati serta melakukan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.
3.2 SARAN
Menurut saya pendidikan kewarganegaraan ini wajib dipelajari dipahami dan ditanam dalam keseharian.pendidikan kewarganegaraan ini mengajarkan bagaimana menjadi warga negara yang baik.dari tujuan bisa disimpulkan bahwa tidak mahasiswa saja tetapi semua warga negara indonesia harus memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, cinta tanah air, serta rela berkorban bagi nusa dan bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)