Senin, 21 November 2011

SDLC ( Software Development Life Cycle)


Nama : indah sulisyaningsih
Npm : 33110501
Kelas : 2DB20

SDLC ( Software Development Life Cycle)  biasa disebut juga System Development Life Cycle yaitu siklus pengembangkan suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk Pengembangan sistem teknik (engineering system development). Meliputi langkah berikut:
1. Perancangan system yaitu membuat desain aliran kerja manajemen
dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem
informasi
2. Analisis system yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen
yang sedang berjalan
3. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi
dengan menulis program yang diperlukan
4. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai
apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat
perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
5. Implementasi sistem yaitu menerapkan dan
memelihara sistem yang telah dibuat
6. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang
telah dibuat
SDLC merupakan keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah  Waterfall
Kelebihan :
-   Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
-   Cocok untuk system software berskala besar.
-   Cocok untuk system software yang bersifat generic.
-   Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan :
-   Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
-   Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
-  Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
·  
2.  Iterasi
Kelebihan :
-   Dapat mengakomodasi jika terjadi perubahan pada tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan.
-   Dapat disesuaikan agar system bisa dipakai selama hidup software computer.
-   Cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
-   Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tahapan karena system terus bekerja selama proses.
Kekurangan :
-   Hanya berlaku untuk Short-Lifetime system.
-   Tahapan proses tidak terlihat sedang berada ditahapan mana suatu pekerjaan.
-   Memerlukan alat ukur kemajuan secara regular.
-   Perubahan yang sering terjadi dapat merubah struktur system.
-   Memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi.
3.  Rapid Application Development / RAD
Kelebihan :
-   RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object).
-  Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien.
Kekurangan :
-   Tidak cocok untuk proyek skala besar.
-   Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
-   Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
-   Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.
4.  Model prototyping
Kelebihan :
-     Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
-     Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret daripada secara abstrak.
-     Untuk digunakan secara standalone.
-     Digunakan untuk memperluas SDLC.
-    Mempersingkat waktu pengembangan Sistem Informasi
Kekurangan :
-   Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
-   Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
-   Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
-   Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
-  Protype terlalu cepat selesai

Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping,incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.






Minggu, 30 Oktober 2011

E-COMMERCE


E-commerce adalah suatu kegiatan bisnis yang menyertakan konsumen , manufaktur  service providers dan pedagang perantara) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet. Dalam waktu bersamaan, infrastruktur internet terus berkembang. Pada pertengahan tahun 1980-an, E-Commerce juga seringkali didefinisikan sebagai jual beli barang dan jasa melalui medium elektronik, khususnya melalui internet tersebut. Salah satu contoh adalah penjualan produk secara online melalui internet seperti yang dilakukan webStore Kompas Cyber Media. Dalam bisnis ini, dukungan dan pelayanan terhadap konsumen menggunakan e-mail sebagai alat bantu, mengirimkan kontrak melalui mail dan sebagainya. Sebenarnya ada banyak definisi mengenai e-commerce. Tetapi yang pasti, setiap kali masyarakat berbicara tentang e-commerce, mereka biasanya memahaminya sebagai bisnis yang berhubungan dengan internet. E-commerce juga dikenal sebagai e-bisnis, e-tailing (untuk penjualan ritel).
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Karakteristik E-Commerce:
1. Terjadinya transaksi antara dua belah pihak
2. Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi
3. Internet merupakan mediium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.
E-commerce terbagi atas dua segmen yaitu
-Business to business e- commerce (perdagangan antar pelaku usaha)
-Business to consumer e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha dengan konsumen
Perkembangan E-Commerce
 E-commerce di indonesia dikenal sejak tahun 1996 Pada Generasi  pertama Internet sebagai media promosi perusahaan melalui situs web atau brosur elektronis,pada generasi kedua Pengguna telah dapat melakukan pemesanan produk melalui internet (aplikasi E-Commerce). Namun deal-nya tetap membutuhkan manusia sebagai decision maker.Contoh: Bhinneka.com dan generasi ketiga Layanan informasi yang terintegrasi, secara otomatis tanpa intervensi manusia. Content juga bersifat personalized sesuai keinginan pengguna.Informasi diakses menggunakan bermacam media, misalnya seluler (handphone).
E-Commerce merupakan peluang bagi para pengusaha khususnya pengusaha kecil dan menengah untuk menembus pasar global yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Kelebihan  E-Commerce
-Jangkauan lebih luas (dunia)
-Tanpa batas-batas wilayah dan waktu
-Penghematan sumber daya:
-Konsumen memperoleh informasi yang beragam dan mendetail.
- konsumen dapat memperoleh aneka informasi barang dan jasa
-Disintermediation adalah proses meniadakan calo dan pedagang perantara.

Kelemahan E-Commerce
-Isu security
-Pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan pencurian data.
-Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan,
-Ketidaktepatan waktu pengiriman barang
-No cash payment.
-Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi perkembangan e-commerce.
-Masalah kultur, yaitu sebagian masyarakat kurang merasa puas bila tidak melihat langsung barang yang akan dibelinya.

Sumber: http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/computers/1921036-commerce/#ixzz1cGbYcimp ,
www.kotadingin.cc.cc

Rabu, 25 Mei 2011

Kuda terkecil di dunia


Kuda ini tidak mungkin dapat bersaing di Kentucky Derby, tetapi kuda ini pasti populer sebagai pemenang. Dan dengan penampilan di Oprah dan di Amerika Serikat tentu menjadi tahun pertama penting untuk Einstein, kuda terkecil di dunia, saat ia mendekati ulang tahunnya. Berdiri hanya 20inches tinggi, kuda itu menarik minat besar media saat ia dilahirkan pada bulan April tahun lalu.

sumber : VIVAnews.com

Kacamata elektronik pertama di dunia


Benda ini mungkin terlihat seperti kacamata biasa, namun kacamata ini merupakan garis terdepan dari sebuah revolusi kacamata.

Bagian dari inovasi baru kacamata ini menggunakan mata elektronik yang disebut emPower. Alat ini memudahkan pemakai mengatur dua titik fokus antara pengaturan untuk membaca dan melihat jarak yang lebih jauh.

Kacamata emPower menggunakan lensa fokus elektronik pertama di dunia.

Lensanya mengandung lapisan kristal cair tipis yang dapat berubah-ubah sesuai keinginan, ketika mengubah kekuatan fokus.

Orang yang menggunakan kacamata bifocal mengetahui semua tentang bagaimana pandanagn terdistorsi yang mereka alami ketika melihat ke bawah.

Semua pemakai emPower perlu menundukkan kepala mengarah ke bawah atau dengan tangan menyentuh bingkai untuk membaca dan sebaliknya.

Produsen emPower, PixelOptics menjanjikan akan membuat kacamata baru yang dibutuhkan sesuai dengan semua resep dokter—dan tersedia dalam berbagai high-fashion style, bentuk, ukuran maupun warna.

Kacamata tersebut dipublikasikan bulan lalu, selama International Vision Expo East di New York dan ditetapkan untuk dirilis di AS musim panas ini.

Setiap pengisian baterai selama delapan jam, memungkinkan untuk digunakan mengatur pengalihan fokus dua hingga tiga hari.

Frame-nya memiliki tiga pengaturan otomatis, manual-on dan manual-off, yang memungkinkan pemakai untuk tetap sepenuhnya dapat dikendalikan.

Salah satu kelemahannya adalah masalah harga yang mencapai $1.000 dan £1.250—meskipun sudah termasuk frame, lensa, lapisan dan charger.

PixelOptics telah mengembangkan kacamata emPower ini selama 12 tahun dan telah mengajukan 275 hak paten selama proses di AS.

sumber : VIVAnews.com

Beda margarin dengan mentega


Mentega dan margarin tampilannya nyaris sama, berwarna kuning dan pekat. Ada yang teksturnya lembut, ada pula yang kaku seperti sabun batangan. Ada yang dibungkus kertas aluminium atau plastik, ada juga yang dikemas dalam mangkuk atau kaleng. Apa sebenarnya perbedaan kedua produk ini? Mana yang lebih sehat?

Pada dasarnya, mentega dan margarin memiliki jumlah kalori yang sama. Mentega biasanya mengandung lemak alami, dan beragam manfaat nutrisi lainnya seperti vitamin A, D, E, dan K, yang larut dalam air. Manfaatnya antara lain untuk menguatkan tulang dan fungsi-fungsi tubuh lainnya. Namun untuk menentukan mana yang lebih sehat, Anda perlu mengetahui kandungan lemak dari keduanya.

Mentega dibuat dari lemak hewani, dan memiliki kandungan kolesterol diet maupun lemak jenuh yang tinggi. Kolesterol sebenarnya diperlukan untuk perkembangan otak, elastisitas sel, dan usus yang sehat. Namun kandungan lemak jenuhnya yang tinggi membuat mentega tidak hanya meningkatkan kolesterol total, tetapi juga kolesterol jahat (LDL). LDL inilah yang biasanya menyumbat arteri, dan menyebabkan penyakit jantung. Menurut petunjuk makan sehat, kita sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 10 persen kalori total seperti lemak jenuh.

Meskipun begitu, dari segi rasa umumnya orang lebih memilih mentega daripada margarin. Situs Natural Cooking Club (NCC) menyebutkan, tekstur mentega sangat lembut di suhu ruang, memiliki aroma susu yang enak, dan mudah meleleh di suhu hangat. Di pasaran, merek mentega yang tersedia antara lain Orchid, Wysman, dan Elle & Vire.

Sedangkan margarin, biasanya terbuat dari lemak nabati, dan kandungan lemak jenuhnya lebih sedikit daripada mentega. Margarin kaya akan lemak tak jenuh yang mengandung omega-3 dan omega-6. Beberapa jenis margarin yang tersedia di pasaran adalah Blue Band, Simas, Palmboom, dan sebagainya.
Meskipun demikian lemak nabati cenderung meleleh dalam suhu ruangan, sehingga dibuat lebih padat melalui proses hidrogenasi. Proses ini menghasilkan lemak trans yang diperkirakan meningkatkan kadar LDL, dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). HDL memberikan pertahanan terhadap lemak yang menyumbat arteri. Lemak trans ini dianggap lebih berbahaya untuk kesehatan daripada lemak jenuh.

Karena produsen makanan dan masyarakat umum mulai menyadari pengaruh negatif lemak trans, kini mereka menciptakan margarin non-hidrogenasi. Dalam margarin jenis ini tak ditemukan lagi lemak trans. Selain itu, tekstur margarin jenis ini lebih lembut daripada margarin stik yang lebih kaku. Produsen biasanya menambahkan sedikit minyak sawit sebagai pengganti minyak sayuran cair yang dihidrogenasi, sekaligus untuk membuat margarin lebih mudah dioleskan.

Inilah yang membedakan margarin dari mentega. Formulasi mentega hingga sekarang tidak berubah; masih terbuat dari krim dan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Sisi baiknya, mentega lebih alami karena tidak menggunakan bahan kimia atau manipulasi yang tidak perlu. Pilihan yang tersedia sekarang adalah whipped butter, yaitu mentega asli yang sudah dikocok untuk memasukkan udara ke dalamnya. Mentega kocok lebih sedikit kalori dan lemaknya daripada mentega biasa, berkat udara tersebut. Cita rasanya pun sama dengan mentega biasa.

Margarin bisa menjadi pilihan yang lebih sehat, asal Anda memilih betul jenisnya dengan mengecek informasi gizi pada label kemasannya.

1. Cari margarin dengan lemak trans 0 gr.
2. Sebaiknya tidak memilih margarin dengan informasi “partially hydrogenated oil”.
3. Kandungan lemak jenuh sebaiknya sebesar 2 – 2,5 gr saja (atau kurang) per porsi. Jika lebih tinggi, kemungkinan mengandung banyak minyak sawit.
4. Cari yang bahannya lebih alami dan diproses secara minimal, karena seringkali produk ini mengalami manipulasi.

Sebagai tambahan, NCC menyebutkan, sebagai bahan kue -terutama cake- baik mentega maupun margarin mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mentega punya aroma yang enak, tetapi terlalu lembut, dan daya emulsinya kurang baik, menyebabkan tekstur kue kurang kokoh. Sedangkan margarin aromanya tidak seenak mentega, tapi daya emulsinya bagus sehingga bisa menghasilkan tekstur kue yang bagus. Umumnya orang lalu mencampur mentega dan margarin dengan perbandingan 1:1, untuk mendapatkan aroma yang enak sekaligus tekstur kue yang memuaskan.

sumber : VIVAnews.com